Lahan Jagung Seluas 2.663 Ha di Tulungagung Diserang Ulat Grayak

TULUNGAGUNG – Tanaman jagung seluas 2.663 hektar (ha) di Tulungagung  kini tengah diserang ulat grayak (seproduktera frugiferda).  Jika tidak ditangani cepat dan benar, para petani dipastikan akan merugi lantaran akibatnya bisa sampai gagal panen.

Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Tulungagung Gatot Rahayu menjelaskan, Sejak awal Januari hingga Februari tercatat hampir seluruh lahan jagung di wilayah Tulungagung terserang ulat grayak. Total lahan yang terserang seluas 2.663 hektar lahan jagung. Hama ini sudah menyerang daun bahkan hingga titik tumbuhnya. Hanya saja yang paling banyak terserang di bagian daun.

Setidaknya ada tiga kecamatan yang paling parah diserang hama ini, meliputi Pucanglaban, Tanggung Gunung, Besuki. Itu dipicu karena tanaman jagung saat ini masih dalam awal tanam. Sehingga tanaman yang terserang pada titik tumbuhnya mengakibatkan puso. Yang pada akhirnya bisa dipastikan gagal panen. “Jagung kan berkeping satu. Jadi kalau yang terserang titik tumbuhnya jadi gak bisa beranak lagi,” jelas Gatot ketika selesai rapat koordinasi di kantornya (10/02).

Gatot Rahayu

Minimnya faktor pengetahuan masyarakat akan mengakibatkan luasnya dampak serangan hama ini. Tak hanya itu, rusaknya ekosistem serta iklim yang tidak menentu disinyalir juga menjadi penyebab utama serangan hama ini. Parahnya lagi, jika terus dibiarkan akan mengakibatkan tanaman jagung ludes dan ulat pindah menyerang padi hingga rumput gajah. “masyarakat mikirnya kalau ada hewan yang masuk di lahan persawahan itu dianggap mengganggu. Padahal bisa jadi itu adalah predator sang hama. Makanan utamanya memang jagung, kalau jagung habis ya yang sejenis jagung yang serang,” pungkasnya.(sir/yog)