AIIB Bantu Negara Anggota Tangani COVID-19 Melalui Fasilitas Pemulihan

0
32

Jakarta, 30/7 – Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) membantu negara-negara anggota dalam menangani pandemi COVID-19 dengan mendirikan fasilitas pemulihan krisis.

“Fasilitas ini untuk mendukung negara anggota mengendalikan virus dan menghidupkan kembali ekonomi mereka. Ini akan menjadi contoh kuatnya komitmen AIIB (menghadapi krisis),” kata Presiden China Xi Jinping dalam keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA, Kamis.

Menurut dia, saling mendukung dan kerja sama dalam solidaritas merupakan satu-satunya cara bagi umat manusia dalam mengatasi krisis.

“Untuk mengatasi masalah yang muncul di tengah globalisasi ekonomi, negara-negara harus bersikap lebih inklusif dan bekerja sama yang lebih kuat. Dalam konteks ini, AIIB dapat tumbuh menjadi platform baru yang mempromosikan pembangunan untuk semua anggotanya dan memfasilitasi pembangunan komunitas masa depan,” ujarnya.

Presiden Xi menyampaikan gagasan berdirinya AIIB saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Oktober 2013. Pada awal-awal berdirinya, anggota AIIB masih 57 negara.

“Hari ini jumlah anggota meningkat menjadi 102 negara dari enam benua, yakni Asia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania. AIIB telah tumbuh kuat dan telah menyediakan hampir 20 miliar dolar AS untuk investasi pembangunan infrastuktur di negara-negara anggota,” katanya dalam pertemuan tahunan AIIB itu.

Menurut dia, dengan lebih banyak mitra kerja sama yang sangat baik, AIIB telah membentuk dirinya sebagai bank pembangunan multilateral baru yang profesional, efisien, dan bersih.

Oleh sebab itu, dia berpesan kepada negara anggota AIIB agar terus menciptakan terobosan baru dan menjadikan platform pembangunan model baru sesuai dengan tuntutan zaman.

“Mari kita berjuang untuk kemajuan AIIB dengan menjadikan institusi model baru berkinerja tinggi dalam membangun kerja sama internasional,” kata Xi.

Ia juga mengajak negara-negara anggota tetap terbuka dan inklusif  agar AIIB memiliki paradigma baru dalam meningkatkan kerja sama multilateral. 

(ANT/ZA)