Blitar – Dampak Virus Corrona terasa hingga berbagai sektor, salah satunya bisnis kuliner di obyek wisata Pantai Serang Kabupaten Blitar. Mereka tak berkutik karena pandemi. Karena dengan aturan jaga jarak dan social distancing, membuat para pengunjung wisata Pantai Serang enggan untuk datang ke tempat wisata. Jumlah penikmat warung warung kuliner diwisata menurun dratis, akibatnya warung-warung yang menjual makanan khas andalannya ikan asap itu terpaksa banyak yang tutup. Menurut Partini salah satu pemilik warung ikan asap mengatakan bahwa selama pandemi jualan otomatis sepi bahkan mati, karena aturan pemerintah jangan keluar rumah, bahkan beberapa temannya sampai menutup warungnya karena tidak ada pengunjung “Warung – warung sepi tak seperti biasa jumlah pembeli turun dratis terpaksa kami tutup hampir 4 bulan dan baru buka 4 Juli kemarin namun masih tetap sepi.”Katanya kepada Lintas 7 new.com , jum’at ( 21 / 08 / 2020 ). Partini menambahkan meski sudah buka lebih sebulan ,masih tetap sepi karena kebanyakan pengunjung masih takut dengan penyebaran virus Corrona. “Kalau hari biasa sebelum pandemi pelanggan penikmat kuliner di warungnya perhari bisa 200 hingga 300 orang kini maksimal enggak lebih 50 orang,” ungkapnya. ” Selama buka warung ikan asap , kami tetap menerapkan fisical distancing dan portokol kesehatan serta menyediakan tempat cuci tangan dan mengenakan masker bagi pelanggan,” tambahnya. Sesuai anjuran Bupati Blitar warung warung kuliner yang buka di obyek wisata pantai serang harus menerapkan portokol kesehatan sayangnya pelanggan masih sepi. Para pemilik warung berharap ,pandemi segera usai dan pengunjung dan penikmat kuliner wisata serang ramai kembali.(Panji/AN)