Kemarau Penjang Sebabkan 175 Hektar Gagal Panen

TULUNGAGUNG – Terhitung Juli hingga Oktober, sekitar 247 hektar sawah mengalami kekeringan. Namun,  memasuki bulan Desember ini menyusut tinggal 175 hektar sawah yang kesulitan air hingga mengakibatkan gagal panen.

Hal ini diungkapkan Koordinator PUPT Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Gatot Rahayu. Sawah yang terdampak kekeringan kini kian menyusut. “Ada seluas 247 hektar yang mengalami kekeringan Namun di bulan November – Desember jadi makin menyusut sekitar 175 hektar karena kadang ada hujan, jadi kebutuhan airnya terpenuhi sedikit” tuturnya. Kekeringan ini terjadi lantaran wilayah yang mengalami kekeringan merupakan wilayah rawan. Bukan hanya itu, sawah yang mengalami kekeringan ini rupanya memang sulit untuk mendapatkan mata air.

Untuk menanggulangi dampak kekeringan ini, pihaknya mengaku sudah melakukan warning kepada para petani pada jauh-jauh hari. Namun sayangnya, banyak petani yang tidak menghiraukan himbauan tersebut. “Jadi sebelum memasuki kemarau, kami sudah menghimbau petani untuk tidak menanam padi. Namun ya beberapa tetep ngeyel, kalau yang nurut ya aman gak kekeringan” Imbuhnya. Tidak hanya menghimbau, Dinas Pertanian Tulungagung juga memberikan bantuan lain seperti meminjamkan mesin pompa, mengebor tanah bagi yang mata airnya susah, hingga mencarikan bantuan berupa bibit ke provinsi untuk mengganti bibit yang gagal panen. “Jadi kami sudah membantu dengan menyediakan mesin pompa. Namun kalau di beberapa wilayah tidak bisa di pompa airnya ya kami bantu dengan mengebor sumbernya sedalam mungkin. Dan kalau ada yang gagal panen, kami mintakan bantuan ke provinsi berupa bibit sekitar 25 Kg per hektarnya” tutupnya. (sir/yog)