30 Persen Bantuan PKH Tidak Tepat Sasaran

TULUNGAGUNG – Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga kini belum terlaksana maksimal. Sebab, banyak penerima bantuan keluarga prasejahtera atau kurang mampu yang sebenarnya tidak layak (keluarga mampu) namun menerima bantuan ini.

Hal itu diungkapkan Tofik Priyadi, Kasi Asistensi Jaminan Sosial Dinas Sosial PPPAKB Tulungagung. Menurutnya, dari 35 ribu jiwa yang mendapatkan PKH, sekitar 30 persen tidak tepat sasaran. Masih sering dijumpai keluarga yang mampu. Bberarti penerima tersebut tidak layak untuk mendapatkan bantuan PKH. “Tidak sepenuhnya salah kemensos yang memberikan data, tapi juga penginputan data darri pihak desa. Disinyalir pihak desa melakukan menginput data  berdasarkan kedekatan atau kekerabatan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Tofik, ada mekanisme dari dinsos agar para keluarga mampu ini tidak mendapatkan PKH. Seperti halnya melakukan penekanan di lapangan agar keluarga mampu melakukan graduasi dengan disaksikan pihak desa. Jika upaya itu gagal, selanjutnya yang dilakukan adalah dengan melaporkan aset keluarga.

Tofik menghimbau, bagi keluarga yang tidak mampu dan belum mendapatkan bantuan PKH untuk segera mendaftar e-PKH melalui kepala desa setempat. Jika desa menolak, pihaknya akan melapor ke kementerian agar bisa masuk ke data base. “Kalau masih ada warga miskin yang tidak masuk dalam database, akan kami upayakan dengan melaporkan ke kementerian,” pungkasnya. (sir/yog)