Kediri – Prestasi membanggakan berhasil diukir kembali oleh Kota Kediri. Kali ini, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menerima secara langsung penghargaan Pembina Agent of Change (AoC) Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) terbaik se-Jawa Timur.

Seperti dilansir dari jatimtimes.com (12/10/2020) Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada acara Penyerahan Piagam Gubernur Jawa Timur dalam Rangka Hari Jadi Provinsi ke-75, Minggu (11/10) bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Dalam sambutannya, Khofifah Indar Parawansa mengatakan sangat banyak program terkait dengan dampak sosial ekonomi Covid-19. Hal itu dikomandani langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

“Mungkin dengan keberseiringan kita menyapa mereka yang terdampak Covid-19 baik yang terdampak sosial maupun terdampak ekonomi mungkin itu sangat memberikan penguatan. Dan mereka merasa bahwa saya tidak sendirian dan orang lain ternyata peduli dengan kondisi saya. Ini sangat penting sekali kita tidak hanya membutuhkan economic recovery tapi psycosocial recovery. Format-format seperti ini membutuhkan sapaan langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kekhawatiran kepada anak-anak mengenai penggunaan obat-obatan di masyarakat.

“Kadang-kadang masyarakat menggunakan obat secara ngawur khususnya obat antibiotik. Alhamdulillah Dinas Kesehatan mem break down dan membuat pembinaan agent of change untuk Gema Cermat. Nah inipun dibawahi oleh apoteker yang ada di Kota Kediri. Artinya paling tidak kita sudah bergerak untuk menyadarkan masyarakat agar menggunakan obat-obatan secara bijak. Kalau ngawur khawatir kamu anak kecil dosisnya sudah tinggi,” ujarnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Abdullah Abu Bakar berharap akan muncul inovasi-inovasi baru untuk terus mengedukasi masyarakat.

” Alhamdulillah hari ini kita dapat penghargaan dari Provinsi Jawa Timur. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Dinas Kesehatan maupun masyarakat dan yang terpenting adalah agent of change-nya. Mudah-mudahan membawa dampak positif. Dan khususnya bisa mengedukasi masyarakat agar masyarakat kita lebih baik lagi kehidupannya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima menjelaskan Kota Kediri dapat meraih penghargaan ini karena langkah-langkah untuk memasyarakatkan atau sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan obat secara cerdas itu sangat masif.

Mulai dari setiap puskesmas mempunyai program inovasi, dari Dinas Kesehatan juga memberikan pelatihan kepada semua apoteker di Kota Kediri, sehingga apoteker dan puskesmas bersama-sama memasyarakatkan atau mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan obat secara cerdas.

” Contohnya jangan menggunakan antibiotik secara sembarangan, cara menyimpan obat. Nah ini gerakan yang sangat masif di Kota Kediri sehingga dapat penghargaan ini,” jelasnya.

Ke depan dr. Fauzan mengatakan Dinas Kesehatan akan membuat inovasi mengenai Gema Cermat yang telah berjalan di Kota Kediri sejak tahun 2017 ini.

” Kita akan berinovasi dengan cara pembuangan obat-obat di rumah tangga yang expired . Lalu bagaimana menggunakan toga secara maksimal dan ketiga penggunaan obat secara rasional. Serta masyarakat akan kita buatkan semacam saluran informasi sehingga masyarakat bisa mengakses semuanya dan bisa konsultasi secara gratis tentang obat-obatan di Kota Kediri,” urainya.

Selain Kota Kediri juga terdapat beberapa daerah yang meraih penghargaan. Diantaranya, Penghargaan Open Defection Free (ODF) 2020 diraih oleh Kabupaten Gresik dan Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) diraih oleh Kabupaten Bojonegoro. Lalu Penghargaan Task Force Kemanusiaan Kantin ITS pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 diraih oleh Radian Jadid, Penghargaan Relawan Dokter diraih oleh dr. Nur Afifah Destianzar Ali dan Penghargaan Relawan Perawat diraih oleh Ahmad Rofiq Singgih Surya Medani.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Emil Dardak, Puteri Indonesia 2020 yang berasal dari Jawa Timur Rr. Ayu Maulida Putri serta tamu undangan lainnya.(*)