Setahun Disegel warga, Tower di Nglegok Dibuka Lagi

BLITAR-Pemancar sinyal operator seluler di Dusun Pacuh, Kecamatan Nglegok dibuka lagi setelah hamper setahun disegel warga. Pembukaan segel dilakukan pihak operator seluler bersama pihak satpol PP, dinas perijinan, penanaman modal serta pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). 

Penyegelan tower itu sendiri dilaksanakan karena sejumlah warga merasa dirugikan. Warga sekitar menuding pihak operator tidak memberikan kompensasi setelah sepuluh tahun masa perizinan habis. “Harusnya kalau perpanjangan, warga mendapat kompensasi lagi. Seperti awal dibangunnya menara ini,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Suyanto, mengatakan, tidak ada aturan yang mengatur kewajiban kompensasi terkait perpanjangan operator seluler. “Perizinan dari pihak provider sudah sesuai dan tidak ada pelanggaran perizinan,” tandas Suyanto.

Suyanto juga menjelaskan, aturan tersebut tetap berlaku selama tidak ada perubahan bentuk bangunan dari pihak terkait. “Selama tidak ada perubahan bentuk ya ketentuan berlaku seterusnya,” imbuh Suyanto.

Adanya penyegelan dan sabotase yang dilaksanakan masyarakat menurut operator seluler terkait, merupakan bentuk kurang pahamnya masyarakat akan peraturan yang berlaku.  “Hal seperti ini sebenarnya disebabkan karena masyarakat kurang paham tentang regulasi yang berjalan,” ungkap Yusuf Afandi, perwakilan dari Indosat.

Penyegelan yang dilaksanakan beberapa masyarakat diakuinya telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Bukan hanya dari kerugian material, menurut dia pihak operator seluler tersebut masyarakat Pacuh juga mengalami kerugian terkait terisolirnya akses komunikasi. “Kami rugi mungkin hampir Rp 1 miliar.  Masyarakat juga merugi karena tidak mendapatkan sinyal ,” ungkapnya.

Soal tuntutan kompensasi oleh warga, kata dia, mereka bisa mengajukan proposal yang diajukan kepada CSR terkait. “Kan ada jalan lewat proposal yang diajukan ke CSR.  Jangan asal sabotase dan merusak fasilitas kami,” jlentreh-nya. Selain itu, pihak operator berencana menambah pengamanan di tower.  Operator akan memasang CCTV untuk memantau apakah ada penyegelan kembali oleh masyarakat. “Untuk tindakan sebelumnya  tidak kami proses. Namun jika ada sabotase kembali kami akan menempuh jalur yang lebih serius agar ada efek jera,” tandasnya. (mha/yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.