Jakarta – Bagi Anda yang besok berencana menghabiskan akhir pekan di Puncak, Bogor, Jawa Barat, sebaiknya mempertimbangkan destinasi wisata lain untuk tamasya. Musababnya, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama aparat TNI – Polri bersiaga di sejumlah titik untuk membatasi pengunjung di Jalur Puncak Bogor.

Seperti di lansir dari tempo.com, sabtu, (12/9/2020). Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan pembatasan itu merupakan antisipasi menjelang berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jakarta yang mulai berlaku Senin, 14 September 2020. “Tempat wisata di Puncak tidak tutup, ini hanya pembatasan pengunjung sebesar 50 persen,” kata Ade Yasin di Cibinong, Bogor, Sabtu 12 September 2020.

Ketika PSBB Jakarta mulai dilonggarkan, suasana destinasi wisata di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, menjadi padat bahkan sampai macet. Namun di hari Senin sampai Jumat relatif lengang. Pembatasan jumlah pengunjung ke destinasi wisata di kawasan Puncak kali ini lebih intensif.

Sejumlah aparat TNI – Polri berjaga di pintu Tol Gadog dan memberhentikan pengunjung yang bakal naik ke kawasan Puncak Bogor. Petugas akan memeriksa identitas pengemudi dan penumpang serta menanyakan apa keperluan mereka. “Jika tidak berkepentingan, silakan balik lagi. Kalau ada kepentingan dan mau melanjutkan perjalanan ke wilayah Cianjur atau daerah lain, silakan,” kata Ade Yasin.

Sementara petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kabupaten Bogor menyisir ke sejumlah destinasi wisata, restoran, dan hotel di kawasan Puncak Bogor untuk memastikan jumlah kunjungan tidak lebih dari separuh kapasitas. Dan tempat rekreasi hanya boleh beroperasi pada pukul 10.00 sampai 19.00. Petugas Satpol PP juga memeriksa penerapan protokol kesehatan baik bagi pengelola objek wisata maupun wisatawan.

Kepala Kepolisian Resor Bogor, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy mengatakan ada 600 personel gabungan dari pemerintah kabupaten, kepolisian, dan aparat TNI yang terlibat dalam upaya pembatasan pengunjung di wilayah Pucak Bogor.(*)